Siswa SMPIT INKA Tanam Sayur dengan Hidroponik

Para siswa sedang memanen, menimbang dan membungkus sayuran dari hasil panen sistem hidroponik.
Sidoarjo, Bhirawa
Puluhan siswa SMP Islam Terpadu Insan Kamil (SMPIT INKA) Sidoarjo yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lingkungan Sekolah berhasil memanen tumbuhan, sayur-sayuran yang ditanam dengan menggunakan sistem Hidroponik. Bahkan hasil panennya juga dijual kepada ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Mereka memilih hidroponik, karena budidaya sistem ini merupakan bagian dari pembelajaran budidaya yang ada dalam kurikulum Prakarya. “Hidroponik dipilih sebagai salah salah satu media pembelajaran budidaya untuk para siswa di SMPIT Insan Kamil Sidoarjo,” terang Kepala SMPIT INKA Sidoarjo, Ani Qotul Uhbah, kemarin(20/3) kemarin.
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sekitar satu bulan yang lalu. Bagi anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lingkungan Sekolah melakukan proses penyemaian, pembibitan dan perawatan. Mereka, setiap hari para siswa menyisihkn waktunya melakukan perawatan, pemberian vitamin dan pengecekan tinggi tanaman serta kadar airnya.
Para ini siswa dalam pelaksanaannya ini tidak dibiarkan sendiri, tapi didampingi oleh pembimbing dan pengarah dari guru Prakarya, Ustd Imam Sya’roni, S.Pd.
“Alhamdulillah para siswa sangat antusias dengan pembelajaran ini, karena banyak ilmu yang didapatkan. Selain wawasan tentang tata cara budidaya hidroponik, anak-anak juga belajar tentang entrepreuneur,” jelasnya. Lanjutnya, berkat kesabaran guru dalam membimbing murid-muridnya dan semangat yang dimiliki para murid, pada saat yang telah ditentukan, akhirnya berbuah manis, budidaya mereka tumbuh subur dan berhasil dipanen.
“Tanaman sayur yang dipanen kemarin adalah sawi dan kangkung,” kata Ani Qotul.
Dari hasil panen tersebut, para siswa langsung membagi tugas yang telah ditentukan, ada yang menimbang, ada yang membantu pembeli memilih sayuran, ada yang bagian kasir, ada yang bagian membungkus. Seketika itu suasana di galeri hidroponik berubah layaknya supermarket. Semua jenis sayuran djual dengan harga Rp 2.000/ons .
“Para orangtua, guru, karyawan dan siswa antri untuk membeli sayuran organik,” pungkasnya. [ach]
Puluhan siswa SMP Islam Terpadu Insan Kamil (SMPIT INKA) Sidoarjo yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lingkungan Sekolah berhasil memanen tumbuhan, sayur-sayuran yang ditanam dengan menggunakan sistem Hidroponik. Bahkan hasil panennya juga dijual kepada ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Mereka memilih hidroponik, karena budidaya sistem ini merupakan bagian dari pembelajaran budidaya yang ada dalam kurikulum Prakarya. “Hidroponik dipilih sebagai salah salah satu media pembelajaran budidaya untuk para siswa di SMPIT Insan Kamil Sidoarjo,” terang Kepala SMPIT INKA Sidoarjo, Ani Qotul Uhbah, kemarin(20/3) kemarin.
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sekitar satu bulan yang lalu. Bagi anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lingkungan Sekolah melakukan proses penyemaian, pembibitan dan perawatan. Mereka, setiap hari para siswa menyisihkn waktunya melakukan perawatan, pemberian vitamin dan pengecekan tinggi tanaman serta kadar airnya.
Para ini siswa dalam pelaksanaannya ini tidak dibiarkan sendiri, tapi didampingi oleh pembimbing dan pengarah dari guru Prakarya, Ustd Imam Sya’roni, S.Pd.
“Alhamdulillah para siswa sangat antusias dengan pembelajaran ini, karena banyak ilmu yang didapatkan. Selain wawasan tentang tata cara budidaya hidroponik, anak-anak juga belajar tentang entrepreuneur,” jelasnya. Lanjutnya, berkat kesabaran guru dalam membimbing murid-muridnya dan semangat yang dimiliki para murid, pada saat yang telah ditentukan, akhirnya berbuah manis, budidaya mereka tumbuh subur dan berhasil dipanen.
“Tanaman sayur yang dipanen kemarin adalah sawi dan kangkung,” kata Ani Qotul.
Dari hasil panen tersebut, para siswa langsung membagi tugas yang telah ditentukan, ada yang menimbang, ada yang membantu pembeli memilih sayuran, ada yang bagian kasir, ada yang bagian membungkus. Seketika itu suasana di galeri hidroponik berubah layaknya supermarket. Semua jenis sayuran djual dengan harga Rp 2.000/ons .
“Para orangtua, guru, karyawan dan siswa antri untuk membeli sayuran organik,” pungkasnya. [ach]


Mabruuk... Semakin keren aja nih Kopling... emang inovasi harga mati
BalasHapus