MEMBANGUN KARAKTER DARI BERCOCOK TANAM - Omah Hidroponik

Breaking

Omah Hidroponik

Omah Hidroponik
Hidroponik

Sabtu, 22 September 2018

MEMBANGUN KARAKTER DARI BERCOCOK TANAM


ALhamdulillah,tanaman sayuran yang biasa kita jumpai di perkebunan sekarang bisa dilihat dihalaman kecil depan rumah. Itulah ungkapan hati yang sering saaya ucapkan ketika melihat hasil tanaman yang saya budidayakan di petak kecil halaman rumah yang ukuranya tidak lebih dari 2 X 2M tersebut. Lombok, tomat, garbis, sawi, kembang kol, gingseng, daunt mint, bidara ada didalamnya seolah seperti perkebunan yang luas. Rasa syukur itu semakin bertambah karena dari proses bercocok tanam itu ditemukan hikmah luar biasa yang tidak terfikirkan sebelumnya.

Proses menentukan sebuah hasil, karena dari proses itulah kita bisa belajar banyak hal didalamnya. Kasih sayang, sabar, telaten merupakan karakter yang bisa terbentuk dari proses bercocok tanam. Allah S.W.T. mengajarkan kepada kita untuk selalu berkasih sayang kepada sesama makhluk hidup, tidak hanya sebatas kepada manusia tetapi hewan, tumbuhan dll, melalui Firmanya Allah menegaskan dalam surat Alfatihah ayat 1 yang artinya " Dengan menyebut nama Allah yang Maha pemgasih dan maha penyayang ", bahkan Nabi Muhammad S.A.W bersabda dalam hadtisnya yang diriwayatkan oleh Bukhori " Sayangilah makhluk yg ada di bumi, maka akan menyayangi yang ada dilangit", dari kedua dalil diatas menunjukkan pentingnya rasa kasih sayang terhadap sesama.

Dari bercocok tanam kita temukan hikmah yang luar biasa tentang pentingnya KASIH SAYANG, satu contoh yang bisa saya tuliskan dari beberapa kejadian yg sdh temukan dilapangan ialah dari sebuah Daun keriting pada tanaman lombok. Tanah memiliki unsur MAKRO dan MIKRO yang didalamnya terkandung semua kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Nah, pada tanaman lombok yang saya tanam terjadi proses pertumbuhan yg lambat dan daunya mengeriting dan tidak bisa berbuah sesuai dg umur tanaman yg seharunya adalah sdh berbuah, apa ya penyebabnya ???? setelah kita pelajari ternyata tanaman ini butuh perhatian khusus karna setiap harinya cuma disiram air tanpa diberikan nutrisi untuk memenuhi kebutuhanya. ALhamdulillah, setelah beberapa hari mendapatkan nutrisi yg cukup sesuai dg kebutuhanya, daun dari tanaman ini sdh tidak keriting lagi dan beberapa batang sudah muncul bunga bahkan ada yg berbuah, dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa Kasih sayang bukan hanya sebatas uangkapan sebuah kata tetapi hatus disertai perbuatan dan tindakan nyata.

            Dalam dunia pendidikan, pembentukan karakter menjadi hal yang mutlak harus dilakukan untuk menjadikan siswa mempunyai sikap moral dan kinerja yang baik. Karakter moral diantaranya Sopan, santun, jujur dan  kasih sayang wajib dimiliki siswa agar mampu bersosialisasi dengan baik dimasyarakat. Karakter kinerja seperti disiplin, kerja keras, tuntas juga tak kalah penting untuk diajarkan dan dibudayakan kepada siswa agar mampu menjadi siswa-siswa yang tangguh dan bisa survive dizamanya. Nah dari bercocok tanam ini kita bisa menanamkan karakter moral dan kinerja kepada siswa, siswa diajak langsung praktek dilapangan untuk melakukan pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Dari situ siswa bisa belajar sabar dari menyemai karna harus membutuhkan waktu yang lama untuk bisa melihatnya tumbuh, belajar Disiplin dengan selalu rutin menyiram pagi dan sore, belajar pantang menyerah untuk bisa mengatasi dan mencari solusi dalam menghadapi hama yang mengganggu tanaman dan juga belajar entrepreneur dengan memasarkan dan mengolah hasil panen.

            Dari hal- hal kecil disekeliling kita inilah kita bisa belajar memaknai sebuah kehidupan, karena Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan diruang kelas tapi juga diruang kehidupan. Karekter dan kesuksesan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan oleh karena itu apabila kita ingin meraih kesuksean dengan karakter yang kita miliki maka mulailah dengan me-manage hal-hal kecil setiap ativitas kita, maka akan didapatkan pelajaran luar biasa apabila kita melalui proses didalamya dan mampu melihat, mengamati dan mengambil hikmah dari sebuah proses tersebut

Penulis


Imam Syaroni, S.Pd.I
Guru PRAKARYA SMPIT INSAN KAMIL SIDOARJO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar